Membedakan indukan lele jantan dan betina

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membedakan antara induk lele jantan dan lele betina.

Sebenarnya dalam membedakan jantan betina pada induk lele bukanlah hal yang sulit. karena sebenarnya kita dapat membedakan d
engan cara melihat alat kelamin lele yang memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Kebanyakan para pemula merasa kesulitan untuk membedakan induk lele jantan dan betina karena mereka tidak langsung terjun kelapangan dan melihat langsung bentuk fisik dan alat kelamin lele.

Artikel ini saya tujukan kepada para pemula yang ingin membudidayakan ikan lele sekedar untuk konsumsi sehari-hari atau bahkan mungkin untuk dijadikan bisnis. jadi sebelumnya saya mohon maaf apabila kata-kata yang saya gunakan di artikel ini menggunakan bahasa yang non ilmiah. karna menurut saya tidak mungkin ada orang yang sudah ahli dalam ilmu perikanan masih mencari artikel tentang cara membedakan jenis kelamin pada ikan lele.

langsung saja saya jelaskan di sini......

indukan lele jantan

Pertama. ikan lele jantan cenderung memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dibandingkan dengan bentuk tubuh ikan lele betina. tetapi biasanya bagi para pemula merupakan suatu hal yang sulit untuk membedakan melalui bentuk tubuhnya apabila tidak hanya menggunakan satu ekor saja. untuk itu sebaiknya harus ada beberapa ekor ikan lele. agar bisa bisa menjadi perbandingan.

Kedua. ikan lele jantan memiliki bentuk kelamin (Urogenital papilla) yang cenderung memanjang atau menonjol kearah belakang. terletak pada bagian bawah anus. dan memiliki warna yang agak kemerahan.

ketiga. apabila dibandingkan dengan lele betina, ikan lele jantan memiliki kepala yang lebih kecil dari ikan lele betina

keempat. gerakan iken lele jantan cenderung lebih lincah dari lele betina. itu disebabkan karena bentuk tubuh ikan lele jantan lebih langsing dan juga bersifat lebih agresif dari ikan lele betina.

kelima. apabila diperhatikan, ikan lele jantan memilikai warna kulit dada yang lebih gelap dibanding dengan lele betina.

indukan lele betina

pertama. ikan lele betina memiliki bentuk tubuh yang melebar. tidak seperti ikan lele jantan yang memiliki tubuh ramping.

kedua. ikan lele betina memiliki bentuk kelamin (Urogenital papilla) serupa oval atau menyerupai daun. serta terdapat lubang yang agak lebar. dan berwarna agak kemerahan.

ketiga. apabila dibandingkan dengan lele jantan. lele betina cenderung memilikia bentuk kepala yang lebih besar.

keempat. gerakan ikan lele betina tidak selincah lele jantan. karena bentuk tubuhnya yang lebuh besar. namun terkadan ada ikan lele betina yang lincah hampir menyerupai kelincahan pada ikan lele jantan.

kelima. apabila diperhatikan, ikan lele betina memilikai warna kulit dada yang lebih terang dibanding dengan lele jantan.

demikian yang saya bisa informasikan tentang bagaimana cara membedakan antara ikan lele jantan dan betina. apabila ada kesalahan atau ketidak sopanan, saya mohon maaf. karna saya disini hanya ingin berbagi ilmu yang saya penunya.
link

Tips Memilih Benih Ikan Lele Yang Baik

Untuk hasil panen yang baik dalam budidaya ikan lele, tentu saja kita harus memilih benih lele dengan kualitas yang baik yang merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembesaran ikan lele. Kualitas benih ikan lele yang akan dibudidayakan sangat menentukan kesuksesan budidaya lele. Jika terjadi kesalahan dalam memilih benih lele, maka bisa saja usaha budidaya lele akan mengalami kegagalan. Ada beberapa kriteria yang setidaknya harus kita ketahui sebelum membeli benih lele. Berikut adalah beberapa tips singkat tentang cara memilih benih lele yang berkualitas.
1. Kesehatan (Amati Fisik dan Gerakannya)
Benih lele yang berkualitas memiliki ukuran tubuh yang proporsional (ukuran kepala dan tubuh seimbang), tidak cacat, tidak luka, sungut tidak pucat dan warna tubuh cerah dan mengkilap. Selain itu ciri benih lele yang sehat adalah gerakan aktif, lincah, tidak menggantung serta tidak bergerombol di pojok kolam.
2. Ukurannya Seragam
Ukuran benih lele yang tidak seragam akan mengakibatkan pertumbuhan lele menjadi tidak serempak. Ikan lele bersifat kanibal, jika lapar maka ikan lele yang berukuran besar akan memangsa lele lain yang ukurannya lebih kecil. Jika kita menghendaki ukuran benih 5 cm maka sebaiknya toleransi benih ukuran 4 cm dan 6 cm masing-masing tidak lebih dari 10 % populasi.
3. Riwayat Induk/Keturunan.
Berasal dari induk yang unggul. Bukan hasil pemijahan (perkawinan) dengan tingkat kekerabatan yang dekat (inbreeding).
4. Riwayat Penyakit
Ikan pernah sakit atau tidak? Jika benih lele pernah sakit tanyakan bagaimana kronologis dan cara penanganannya. Apakah menggunakan antibiotik, vitamin, atau probiotik, atau bahkan perlakuan teknis saja. Tidak disarankan menggunakan antibiotik dengan dosis berlebihan karena penyakit/bakteri akan bersifat kebal sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi.
Demikianlah 4 tips singkat tentang memilih benih ikan lele yang berkualitas untuk dibudidayakan, semoga berguna dan usaha pembesaran lele kita dapat berhasil dan memuaskan, amin. (bibitikan.net)
Kumis kucing si pembersih ginjal

Kumis kucing si pembersih ginjal

Kumis kucing si pembersih ginjal
Kumis kucing merupakan tanaman obat tradisional yang telah dimanfaatkan masyarakat Asia sejak jaman dulu. Daun ini dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit yang berkenaan dengan ginjal. Di luar negeri ramuan daun ini sering juga disebut Indian Kidney Tea atau Java Tea.
Tanaman kumis kucing memiliki nama latin Orthosiphon aristatus. Tanaman ini bisa tumbuh di iklim tropis dan subtropis. Penyebarannya meliputi Asia Tenggara, Asia Timur hingga ke Australia (Queensland).

Kumis kucing memiliki bunga yang khas. Berwarna ungu keputih-putihan, bunganya tersusun seperti pucuk cemara. Pada pangkalnya terdapat benang-benang halus menyerupai kumis kucing.

Manfaat kumis kucing

Daun kumis kucing mengandung beberapa zat aktif yang berkhasiat sebagai obat. Diantaranya adalah rosmarinic acid, lipophilic flavonoids, sinensetin, orthosiphol dan orthosiphon. Zat-zat tersebut memiliki peran sebagai anti radang dan antioksidan.
Dalam pengobatan tradisional, daun ini sering dipakai untuk peluruh batu ginjal. Cara kerjanya sebagai diuretik, mencuci atau membersihkan saluran kencing. Selain itu, zat aktif yang terdapat didalamnya juga bisa menyembuhkan peradangan yang terdapat pada ginjal, kandung kemih dan saluran kencing.
Hampir semua bagian tanaman kumis kucing bisa dimanfaatkan, mulai dari daun, bunga, hingga batang. Daun merupakan bagian yang paling banyak digunakan sebagai ramuan teh. Bisa dikonsumsi dalam keadaan segar maupun kering. Selain berupa ramuan teh, dewasa ini ditemukan juga dalam bentuk tablet dan kapsul.
Dosis penggunaan dalam bentuk teh biasanya sekitar 2-4 gelas per hari. Dengan satu kali minum sekitar 150-200 ml. Dalam prakteknya, seringkali dicampurkan dengan berbagai jenis herbal lainnya.
Selain sebagai pengobatan ginjal, daun ini juga sering digunakan untuk pengobatan asam urat, hipertensi, diabetes, dan berbagai penyakit lainnya. Penggunaannya bisa tunggal atau dicampur dengan berbagai jenis herbal lainnya.

Tips pengolahan

Cara mengolah kumis kucing sebagai obat diuretik cukup sederhana, sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja tak harus seseorang yang memiliki pengalaman di bidang obat-obatan. Anda cukup merebus daunnya. Kemudian tunggu hingga air rebusan menyusut jumlahnya dan disaring sebelum diminum.
Untuk mengobati anyang-anyangan rebus 30 gram daun dengan 3 gelas air (600 ml). Tunggu hingga jumlah air tinggal setengahnya. Kemudian saring airnya, teh siap untuk diminum.
Untuk pengobatan batu ginjal rebus 90 gram daun dan batang dengan satu liter air. Didihkan air hingga tersisa 600 ml, kemudian minum sebanyak 3 kali sehari, masing-masing 200 ml.
Selain itu, Anda dapat menggabungkan daun kumis kucing dengan beberapa daun-daunan lain seperti alang-alang, meniran atau daun keji beling untuk mendapatkan khasiat yang lebih maksimal.
Cara pemijahan ikan lele

Cara pemijahan ikan lele

Panduan budidaya ikan lele Saat ini banyak berkembang cara pemijahan ikan lele, mulai dari cara alami hingga cara intensif. Hampir semua metode bisa dilakukan sendiri oleh para pembudidaya. Cara pemijahan ikan lele secara alami dilakukan dengan melepaskan ikan lele berpasangan dalam kolam yang telah dipersiapkan. Ikan lele yang siap kawin akan melakukan pembuahan dengan sendiri.
Sedangkan, cara pemijahan ikan lele intensif dilakukan dengan penyuntikan hormon, penyuntikan hipofisa, hingga pembuahan in vitro atau pembuahan dalam tabung reaksi yang dilakukan oleh manusia. Berikut beberapa metode pemijahan ikan lele yang bisa dilakukan para pembudidaya secara mandiri.

Pemijahan ikan lele secara alami

Langkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang memiliki bobot seimbang, tujuannya agar salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemijahan.
Sebelum proses pemijahan ikan lele dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat memijah. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter dan kedalaman 1 meter. Sebaiknya dasar kolam terbuat dari semen atau fiberglass agar mudah mengawasi telur hasil pembuahan. Sebelumnya kolam harus dikeringkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Gunakan air yang berkualitas baik, bersih dan jernih.
Pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung di atas permukaan air. Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang aktif. Air untuk pemijahan ikan lele harus kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Atau, apabila tersedia sumber air yang cukup buatkan aliran masuk dan keluar. Atur debit air sebanyak 2-3 liter per detik.
Waktu yang tepat untuk memasukan indukan kedalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam. Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu.
Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele. Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh induk ikan, karena setelah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC.
Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Setelah itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pemesaran larva.

Pemijahan dengan penyuntikan hipofisa

Pada dasarnya pemijahan ikan lele dengan penyuntikan hipofisa sama dengan pemijahan cara alami. Baik dari kesiapan induk, kondisi kolam maupun penanganannya. Perbedaannya terletak pada proses penyuntikan hipofisa pada induk ikan sebelum proses pemijahan dilakukan. Proses penyuntikan dilakukan baik terhadap induk jantan maupun betina. Fungsi penyuntikan hipofisa untuk merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur. Sehingga hasil yang diperoleh akan lebih maksimal dibandingkan dengan pemijahan ikan lele secara alami.
Kelenjar hipofisa didapatkan dari ikan donor, bisa ikan lele atau ikan mas yang telah dewasa. Usahakan ikan donor memiliki bobot yang setara dengan bobot induk. Misalnya, untuk induk dengan bobot 750 gram carilah ikan donor dengan bobot yang sama. Hal ini untuk memastikan induk ikan memperoleh dosis hipofisa yang tepat.
Cara mendapatkan kelenjar hipofisa adalah dengan membelah kepala ikan. Berikut cara untuk mendapatkan kelenjar hipofisa dari ikan lele. Peralatan yang dibutuhkan adalah pisau, tang penjepit, pinset, gelas atau tabung reaksi, gelas penggerus dan suntikan. Sebagai catatan, semua peralatan yang digunakan harus bersih lebih bagus lagi kalau steril dan tangan harus dalam keadaan bersih.
  • Pertama-tama potonglah ikan pada bagian pangkal kepala (misalnya, leher pada manusia) dengan pisau yang bersih.
  • Letakkan mulut ikan lele mengarah keatas, buka mulut ikan lele lalu belah bukaan mulut dengan pisau secara melintang sehingga kepala ikan terbelah menjadi bagian atas dan bawah. Ambil bagian atas dan bersihkan dari darah.
  • Buang tulang penutup hipofisa dengan tang penjepit, angkat kelenjar hipofisa. Kelenjar berbentuk butiran berwarna putih.
  • Gerus kelenjar hipofisa dengan gelas penggerus, encerkan dengan air aquadestilata sebanyak 2 ml.
  • Pindahkan hipofisa yang sudah dicampur air pada tabung, kocok selama 2-3 menit. Setelah itu biarkan selama 5 menit. Cairan akan memisah, bagian bawah berupa endapan dan lapisan atas cairan jernih.
  • Ambil bagian cairan jernih dengan jarum suntik. Hipofisa siap disuntikkan pada induk pemijahan ikan lele.
Penyuntikan pada induk ikan lele dilakukan pada bagian punggung. Caranya, ambil indukan tutup kepalanya dengan kain basah. Suntik pada otot punggung dengan kemiringan 30o-60o dari arah ekor sedalam 1,5-2,5 cm. Suntik secara perlahan, setelah semua cairan habis cabut jarum suntik lalu urut otot punggung agar cairan menyebar merata.
Masukan induk jantan dan betina yang sudah disuntik kedalam kolam pemijahan. Selanjutnya proses pemijahan ikan lele dengan penyuntikan sama dengan proses pemijahan alami.

Pemijahan dengan penyuntikan hormon perangsang

Metode lain pemijahan ikan lele dengan cara penyuntikan adalah dengan menyuntikan hormon perangsang. Penyuntikan dengan hormon perangsang lebih praktis dilakukan karena tidak memerlukan ikan donor dan tidak ada resiko kegagalan dalam mengekstrak hipofisa. Hormon untuk penyuntikan yang banyak dijual antara lain ovaprim dan Chorulon. Hormon akan mempengaruhi kelenjar hipofisa yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur.
Sama seperti metode lainnya, kondisi calon induk ikan lele harus sudah matang gonad. Induk yang disuntik adalah jantan dan betina. Dosis penyuntikan dengan hormon perangsang ovaprim adalah 0,3-0,5 ml per kg bobot induk atau sesuaikan dengan petunjuk pemakaian. Sebelum disuntikan, hormon perangsang seperti ovaprim harus diencerkan dengan akuadestilata 3 kali lipatnya.
Proses penyuntikan dengan hormon perangsang sama dengan proses penyuntikan dengan kelenjar hipofisa. Dan, proses pemijahannya sama dengan pemijahan ikan lele secara alami.

Pemijahan ikan lele in vitro

Pemijahan ikan lele secara in vitro adalah proses pemijahan dimana pembuahan dilakukan oleh manusia dalam sebuah tabung atau wadah. Cara ini menuntut tingkat keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Berbeda dengan ketiga cara di atas, dalam pemijahan ikan lele secara in vitro induk ikan jantan dibunuh dan diambil spermanya. Sementara induk ikan betina disuntik terlebih dahulu, kemudian diurut bagian perutnya agar sel telurnya keluar. Penyuntikan bisa dengan menggunakan kelenjar hipofisa ataupun hormon perangsang.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk proses pemijahan ikan lele in vitro antara lain mangkung plastik atau kaca, bulu ayam, kertas tisu, pisau, gunting, pinset, suntikan, dan sodium klorida 0,9% (cairan infus). Wadah penetasan telur bisa memakai akuarium, fiberglass, atau bak terpal plastik. Kondisi dan kualitas air sama dengan ketiga cara sebelumnya. Semua peralatan harus dalam keadaan bersih, lebih baik lagi steril. Berikut langkah-langkah metode pemijahan in vitro:
  • Siapkan sperma ikan lele jantan dengan cara membedah perut secara membujur. Kantong sperma berbentuk pipih memanjang berwarna putih. Angkat kantong sperma, keluarkan sperma dengan cara memotong kantong dengan gunting, tampung dalam mangkuk.
  • Siapkan induk betina yang sudah disuntik 8-10 jam sebelumnya. Keluarkan sel telur dengan cara mengurut perut induk lele ke arah kelaminnya. Sel telur akan keluar lewat lubang kelamin, lalu tampung dengan mangkuk.
  • Campurkan sel telur dengan sperma dalam mangkuk sedikit demi sedikit. Aduk perlahan dengan bulu ayam. Encerkan campuran dengan air bersih lalu aduk perlahan sampai merata.
  • Masukan campuran sel telur dan sperma kedalam kolam penetasan. Tebarkan dengan bulu ayam.
  • Lakukan pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor. Aerotor jangan terlalu kencang sehingga menggoncang telur, tetapi juga jangan terlalu kecil. Selanjutnya jaga kondisi kolam penetasan seperti ketiga metode di atas hingga larva menetas. (Alamtani.com)

Panduan umum ternak bebek

Ternak bebek saat ini semakin populer. Permintaan terhadap daging bebek terus bertambah. Dahulu peternak bebek lebih memfokuskan pada produksi telur, sedangkan daging hanya sebagai produk samping. Daging bebek dipanen setelah masa produktifitas bertelurnya habis. Sekarang banyak ternak bebek yang berorientasi pada daging.
Masyarakat umum biasanya menganggap sama antara itik dan bebek. Padahal sebenarnya terdapat sedikit perbedaan antara itik dengan bebek. Itik memiliki ciri tubuh lebih ramping, berjalan tegak, tubuhnya menyerupai botol dan gerakannya lincah. Sedangkan bebek tubuhnya lebih lebar, berjalan horizontal dan gerakannya lamban. Namun dalam ulasan kali ini, kita tidak membedakan antara itik dan bebek, mengingat secara umum proses budidayanya relatif sama.

Dewasa ini sudah tersedia bebek khusus pedaging dan bebek petelur. Namun pada kenyataannya peternak di Indonesia membudidayakan bebek untuk diambil keduanya, baik telur maupun dagingnya. Tidak seperti ternak ayam yang sudah sangat spesifik dan tidak bisa disamakan antara budidaya ayam petelur dengan ayam pedaging.

Mengenal jenis-jenis bebek

  • Bebek Jawa
    bebek jawa adalah bebek lokal asi Indonesia. bebek ini banyak dibudidayakan di Pulau Jawa. Sebagai bebek lokal, bebek jawa cukup produktif dalam menghasilkan telur. Dalam setahun bebek ini mampu bertelur 250-300 butir. bebek mulai bisa bertelur pada umur 5-6 bulan, dan tetap produktif hingga umur 2 tahun.
  • Bebek Kalimantan
    bebek Kalimantan atau dikenal juga dengan nama alabio merupakan salah satu jenis bebek yang banyak dibudidayakan. Sebenarnya ada jenis bebek kalimantan lain yakni bebek nunukan. Namun tidak begitu populer dibanding bebek alabio. bebek Alabio ukuran tubuhnya lebih besar dibanding bebek jawa. bebek betina berwarna kuning keabu-abuan. Ujung bulu di bagian sayap, dada, leher dan kepala berwarna hitam. bebek Alibio jantan sekujur tubuhnya berwarna abu-abu kehitaman. Telur bebek alibio lebih besar dibanding bebek Jawa. Kemampuan bertelur bebek ini berkisar 150-225 butir per tahun.
  • Bebek Bali
    Sesuai namanya bebek ini berasal dari Bali. Konon awalnya berupa bebek liar yang didomestikasi petani setempat untuk dijinakan. bebek bali memiliki warna tubuh yang beragam. Kemampuan bertelurnya lebih sedikit dibanding bebek jawa dan bebek alabio, sekitar 140-145 butir per tahun. bebek bali baru bisa bertelur dengan normal setelah berumur 23-24 minggu.
  • Indian Runner
    bebek indian runner berasal dari Belanda dan Belgia. bebek jenis ini cocok dibudidayakan di ikilm Indonesia. Bahkan banyak yang menganggap sebagai bebek asli Indonesia. Bentuk tubuh bebek indian runner mirip dengan bebek jawa, ramping dan berjalan tegak seperti botol. Warna tubuhnya kecoklatan. Produksi telurnya 150-250/musim.
  • Bebek pedaging
    Disamping jenis-jenis bebek di atas, terdapat bebek berbagai jenis bebek pedaging. Atau biasa juga disebut bebek, yakni bebek peking, bebek aylesbury dan bebek muscovi.

Persiapan kandang bebek

Ternak bebek bisa dilakukan dengan metode penggembalaan atau metode kandang. Di tengah semakin sulitnya lahan penggembalaan, kini para peternak banyak yang beralih ke sistem kandang. Telah banyak peternak yang membuktikan dengan sistem kandang, budidaya bebek tetap produktif bertelur. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha ternak bebek.

a. Metode budidaya

Seperti sudah disinggung sebelumnya, terdapat dua metode ternak bebek yakni metode penggembalaan dan metode kandang. Kedua metode tersebut memilik plus minusnya sendiri-sendiri. Metode penggembalaan banyak dipakai oleh para peternak tradisional, contohnya para peternak di daerah pantai utara Jawa.
Dengan sistem penggembalaan pengeluaran untuk pakan bisa lebih hemat. Bebek mencari sendiri pakan yang ada di alam, seperti tumbuh-tumbuhan, cacing dan lain sebagainya. Biasanya kualitas telur yang dihasilkan dengan sistem penggembalaan lebih baik, warna kuning telurnya sempurna. Bila diolah menjadi telur asin sangat baik.
Hanya saja metode ini belum tentu bisa diaplikasikan di semua tempat. Mengingat semakin terbatasnya lahan dan tenaga kerja penggembala yang sulit didapat, metode ini semakin tidak populer. Di sisi lain, metode budidaya dengan kandang sudah semakin maju. Beberapa praktek ternak bebek dalam kandang menunjukkan produktivitas yang tidak kalah baik. Kualitas telur yang dihasilkan bisa dikontrol dengan pemberian pakan yang tepat. Terdapat beberapa tipe kandang untuk ternak bebek, berikut penjelasannya:
  • Kandang tipe pekarangan. Tipe kandang ini berupa pekarangan yang sekelilingnya di pagari. Bebek beraktivitas seperti makan, minum, berenang dalam lingkungan tersebut. Kandang ini bersifat terbuka, namun disediakan kandang untuk berteduh. Bila malam tiba atau hujan, bebek bisa masuk untuk berteduh ke dalam kandang.
  • Kandang terkurung atau tipe postal. Berupa sebuah bangunan besar yang mimiliki atap dan dinding. Dinding biasanya terbuat dari kisi-kisi bambu. Bebek dibiarkan berkeliaran dalam lingkungan kandang. Dalam kandang ditempatkan berbagai fasilitas seperti tempat pakan, minum atau kalau memungkinkan kolam berenang. Dasar kandang bisa berupa tanah atau semen yang ditaburi sekam padi.
  • Kandang tipe baterai. Dalam kandang ini 1-2 bebek ditempatkan dalam kotak yang terpisah. Biasanya dibuat dari kisi-kisi bambu, seperti pada budidaya ayam petelur intensif. Kandang tipe baterei bisa ditempatkan di dalam atau luar ruangan. Dengan tipe kandang baterai, tidak disediakan kolam untuk berenang.

b. Memilih tipe kandang

Tipe kandang seperti apa yang cocok untuk saya? mungkin itu pertanyaan yang ada di benak pembaca. Pemilihan tipe kandang sangat terkait dengan ketersediaan sumber daya seperti, lokasi, luas lahan, tenaga kerja dan modal. Berikut hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tipe kandang.
  • Bila lahan yang tersedia cukup luas bisa dipertimbangkan kandang tipe pekarangan. Kandang ini memerlukan lahan yang luas, tetapi investasi untuk pembuatan kandang bisa ditekan karena aktivitas bebek akan dihabiskan di pekarangan. Kandang pekarangan cocok diterapkan pada terak bebek semi intensif.
  • Bila lahan yang tersedia terbatas, bisa dipertimbangkan tipe kandang terkurung atau tipe baterai. Kandang tipe ini relatif tidak memerlukan lahan luas, namun biaya pembuatan kandangnya cukup besar. Kandang tipe ini cocok untuk budidaya intensif.
  • Pertimbangkan pula tujuan ternak bebek. Bila fokus pada produksi telur dan daging, sistem tekurung dan baterai bisa digunakan. Tetapi bila bertujuan untuk pembibitan/reproduksi, sebaiknya pertimbangkan tipe pekarangan atau kandang terkurung, dimana di dalamnya disediakan fasilitas kolam untuk berenang.

Memilih bibit bebek

Untuk hasil ternak bebek yang maksimal, sebaiknya muai dengan memilih bibit yang baik. Ada tiga cara untuk mendapatkan bibit bebek, yakni:
  • Membeli telur tetas dari induk bebek yang terbukti kualitasnya. Telur ditetaskan sendiri dengan inkubator.
  • Memproduksi sendiri telur dengan mengawinkan indukan jantan dan betina. Hal ini bisa dilakukan bila kita memiliki bibit yang berkualitas, dan juga memiliki fasilitas pembibitan sendiri.
  • Membeli Day Old Duck (DOD) dari toko peternakan atau peternak lain.

Pakan ternak bebek

Ternal bebek baik untuk tujuan peterlur atau pedaging perlu pakan yang berkualitas. Pada bebek petelur, kualitas telur yang dihasilkan tergantung dengan jenis pakan yang diberikan. Berikut ini jenis-jenis pakan bebek.

a. Jenis pakan

Terdapat dua jenis pakan ternak bebek, yakni pakan alami dan pakan konsentrat (pabrikan). Pakan alami bisa berupa keong dan kepaa udang. Sedangkan pakan konsentrat dapat di beli dipabrik, atau untuk menghemat bisa diramu sendiri.
Bila kita membeli pakan dari pabrik, setidaknya terdapat tiga jenis pakan untuk masing-masing fase pertumbuhan. Fase awal diperuntukan bagi bebek berumur 0-8 minggu, fase grower untuk umur 8-18 minggu dan fase layer umur 18-27 minggu. Pakan fase awal setidaknya memiliki kandungan protein 20-22%, fase grower 17-19% dan fase layer 15-17%.
Pakan konsentrat bisa diramu dari berabagi bahan. Syaratnya ramuan tersebut memenuhi kandungan protein minimal dan cocok untuk pakan unggas. Berikut salah satu contoh pakan konsentrat yang diramu sendiri.
Bahan baku Awal (%) Grower (%) Layer (%)
Jagung giling 25 20 15
Dedak halus 40 50 60
Ubi kayu 5 5 5
Tepung ikan 20 15 10
Bungkil kelapa 5 5 5
Bungkil kedelai 5 5 5
Sumber: Cahyo Saparinto (2013), Grow your own animal farm.

b. Cara pemberian pakan

Cara memberikan pakan pada bebek yang baru netas hingga berumur 21 hari sebaiknya disajikan dalam baki pakan (tray feeder). Sedangkan untuk bebek di atas 21 hari bisa disebar dilantai dan diberikan secara terus menerus. Demikian juga dengan pembrian air minum, untuk anak bebek 0-7 hari sebaiknya tambahkan vitamin pad air minum. Selanjutnya air minum disediakan dalam wadah khsus di dalam kandang secara terus menerus. Berikut ini tabel jumlah pakan ternak bebek:
Umur (minggu) Jumlah (gram) Umur (minggu) Jumlah (gram)
1 15 12 76
2 30 13 76
3 40 14 70
4 60 15 70
5 65 16 80
6 70 17 80
7 70 18 85
8 72 19 90
9 74 20 90
10 74 21 90
11 75 22 100
Sumber: Cahyo Saparinto (2013), Grow your own animal farm.

Referensi

  1. Cahyo Saparinto. 2013. Grow your own animal farm. Lily Publisher, Yogyakarta.
  2. M Rasyaf. 1993. Beternak bebek komersial. Kanisius, Yogyakarta.
  3. Bambang Suharno dan Khairul Amri. 1998. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Budidaya seledri organik dalam polybag

Budidaya seledri organik dalam polybag

Budidaya seledri organik dalam pot
Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.
Usaha tani budidaya seledri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Namun tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan tinggi.
Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit.

Cara menanam seledri

Terdapat dua cara menanam seledri yaitu perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.
Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemaikan biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya:
  • Sebelum biji disemai, rendam terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos yang telah diayak dengan perbandingan 2:1. Baca cara membuat media persemaian.
  • Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung dan terik matahari.
  • Buat alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut dan tutup tipis dengan tanah lalu siram untuk mempertahankan kelembabannya.
  • Siram dengan air secukupnya setiap pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu basah dan jangan pula sampai kekeringan.
  • Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun.
Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman bisa diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dahulu bahan-bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya agar media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot atau polybag gampang dipindahkan.
Apabila tidak ada arang sekam bisa diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam membuat media tanam, gunakan bahan-bahan yang bebas dari hama dan penyakit. Silahkan baca cara membuat media tanam.

Perawatan budidaya seledri

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering.
Untuk budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian dalam berbagai merek, atau bisa juga dibuat sendiri. Silahkan baca cara membuat pupuk organik cair. Selain pupuk cair bisa juga digunakan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati.

Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikuti petunjuk yang terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang telah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.
Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tidak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit tersebut.
Terdapat beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya adalah ulat tanah, keong, kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bisa diberantas dengan dipungut langsung dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.
Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virus aster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yang baik.
Apabila serangan penyakit menghebat, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik. Silahkan baca mengenai pengendalian penyakit dengan pestisida organik.

Panen budidaya seledri

Panen budidaya seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut. (alamtani.com)

Jadwal Lengkap Piala Presiden 2017


Satu tahun sudah laga Piala Presiden sudah berakhir, dan sekarang akan segera dimulai awal babak baru yang akan memperebutkan Gelar Juara. Pada pertandingan kali ini akan di ikuti oleh 20 Tim besar kebanggan Indonesia yaitu Persib Badung, PSS Sleman, Mitra Kukar, Persipura, Pesengger Gresik, Arema FC, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, PS TNI, Barito Putra, Bali United, Pusamania Borneo FC, Sriwijaya FC, PSCS Cilacap, Perseru Serui, Semen Padang, Semen Padang, PSM Makasar, Madura United, Persipura Jayapura yang akan memperebutkan Juara 1 Rp 3 Milyar, Juara 2 Rp 2 Milyar dan Juara 3 Rp 1 milyar.
Berikut jadwal lengkap Piala Presiden 2017:

Grup 1 (Sleman): PSS Sleman, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Persegres Gresik United
4 Februari 2017
15.30 WIB - PSS Sleman vs Persipura
10.00 WIB - Mitra Kukar vs Persegres Gresik United

9 Februari 2017
15.00 WIB - PSS Sleman vs Mitra Kukar
18.30 WIB - Persipura vs Persegres Gresik United

15 Februari 2017
15.00 WIB - Persegres Gresik United vs PSS Sleman 
18.30 WIB - Mitra Kukar vs Persipura Jayapura

Grup 2 (Malang): Arema FC, Persija Jakarta, PS TNI, Bhayangkara FC
5 Februari 2017
15.00 WIB - Arema FC vs Bhayangkara FC
18.30 WIB - Persija Jakarta vs PS TNI

11 Februari 2017
15.00 WIB - Bhayangkara FC vs PS TNI
18.30 WIB - Arema FC vs Persija Jakarta

16 Februari 2017
15.00 WIB - PS TNI vs Arema FC
18.30 WIB - Persija Jakarta vs Bhayangkara FC

Grup 3 (Bandung): Persib Bandung, Persela Lamongan, PSM Makassar, Persiba Balikpapan
6 Februari 2017
15.00 WIB - Persiba Balikpapan vs Persela Lamongan
18.30 WIB - Persib Bandung vs PSM Makassar

12 Februari 2017
15.00 WIB - PSM Makassar vs Persela Lamongan
18.30 WIB - Persib Bandung vs Persiba Balikpapan
17 Februari 2017
15.00 WIB - Persiba Balikpapan vs PSM Makassar
18.30 WIB - Persela Lamongan vs Persib Bandung

Grup 4 (Gianyar): Bali United, Sriwijaya FC, Barito Putera, Pusamania Borneo FC
7 Februari 2017
16.00 WITA - Pusamania Borneo FC vs Barito Putera
19.30 WITA - Bali United vs Sriwijaya FC

13 Februari 2017
16.00 WITA - Sriwijaya FC vs Barito Putera
19.30 WITA - Bali United vs Pusamania Borneo FC

18 Februari 2017
16.00 WITA - Barito Putera vs Bali United
19.30 WITA - Pusamania Borneo FC vs Sriwijaya FC

Grup 5 (Madura): Madura United FC, PSCS CIlacap, Semen Padang, Perseru Serui
8 Februari 2017
15.00 WIB - Perseru Serui vs PSCS Cilacap
18.30 WIB - Madura United Vs Semen Padang

14 Februari 2017
15.00 WIB - Semen Padang vs PSCS Cilacap
18.30 WIB - Madura United vs Perseru Serui

19 Februari 2017
15.00 WIB - Perseru Serui vs Semen Padang
18.30 WIB - PSCS Cilacap vs Madura United (18:30 WIB) SCTV

Babak 8 besar

25 Februari 2017: Pukul 18:00 dan 21:00 WIB
26 Februari 2017: Pukul 18:00 dan 21:00 WIB

Semifinal

2 Maret 2017: Pukul 18:00 dan 21:00 WIB
5 Maret 2017: Pukul 18:00 dan 21:00 WIB

Perebutan peringkat ketiga

12 Maret 2017: Pukul 16:00 WIB

Final

12 Maret 2017: Pukul 19:00 WIB

Ayo Menulis

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis